Selasa, 15 Maret 2016

Kumpulan Puisi WS Rendra

  Kita semua telah tau kan bahwa puisi tidah dapat lepas dari kehidupan kita,terlebih di dalam lingkungan sekolah. Dan kita juga tau bahwa banyak sekali tokoh seorang puitis di Indonesia ini,salah satunya adalah WS Rendra.Berikut akan saya paparkan beberapa karya beliau.
Selamat membaca.

KUPANGGIL NAMAMU
 
Sambil menyebrangi sepi

kupanggil namamu, wanitaku.

Apakah kau tak mendengarku?

Malam yang berkeluh kesah

memeluk jiwaku yang payah

yang resah

kerna memberontak terhadap rumah

memberontak terhadap adat yang latah

dan akhirnya tergoda cakrawala.

Sia-sia kucari pancaran sinar matamu.

Ingin kuingat lagi bau tubuhmu

yang kini sudah kulupa

Sia-sia.

Tak ada yang bias kujangkau.

Sempurnalah kesepianku.

Angin pemberontakan

menyerang langit dan bumi.

Dan dua belas ekor serigala

muncul dari masa silam

merobek-robek hatiku yang celaka.

Berulang kali kupanggil namamu

Di manakah engkau, wanitaku?

Apakah engkau juga menjadi masa silamku?

Kupanggil namamu.

Kupanggil namamu.

Kerna engkau rumah di lembah.

Dan Tuhan?

Tuhan adalah seniman tak terduga

yang selalu sebagai sediakala

hanya memedulikan hal yang besar saja.

Seribu jari dari masa silam

menuding kepadaku.

Tidak.

Aku tidak bias kembali.

Sambil terus memanggili namamu

amarah pemberontakanku yang suci

bangkit dengan perkasa malam ini

dan menghamburkan diri ke cakrawala

yang sebagai gadis telanjang

membukakan diri padaku.

Penuh. Dan perawan.

Keheningan sesudah itu

sebagai telaga besar yang beku

dan aku pun beku di tepinya.

Wajahku. Lihatlah, wajahku.

Terkaca di keheningan.

Berdarah dan luka-luka

dicakar masa silamku.





BLUES UNTUK BONNIE
 
Kota Bostron lusuh dan layu

kerna angin santer, udara jelek,

dan malam larut yang celaka.

Di dalam café itu

seorang penyanyi Negro tua

bergitar dan bernyanyi.

Hampir-hampir tanpa penonton.

Cuma tujuh pasang laki dan wanita

berdusta dan bercintaan di dalam gelap

mengepulkan asap rokok kelabu,

seperti tungku-tungku yang menjengkelkan.

Ia bernyanyi.

Suaranya dalam.

Lagu dan kata ia kawinkan

Lagu beranak seratus makna.

Georgia. Georgia yang jauh.

Di sana gubug-gubug kaum Negro.

Atap-atap yang bocor.

Cacing tanah dan pellagra

Georgia yang jauh disebut dalam nyanyinya.

Orang-orang berhenti bicara.

Dalam café tak ada suara.

Kecuali angin menggetarkan kaca jendela.

Georgia.

Dengan mata terpejam

si Negro menegur sepi.

Dan sepi menjawab

dengan sebuah tendangan jitu

tepat di perutnya.

Maka dalam blingsatan

ia bertingkah bagai gorilla.

Gorilla tua yang bongkok

meraung-raung.

Sembari jari-jari galak di gitarnya

mencakar dan mencakar

menggaruki rasa gatal di sukmanya.

Georgia.

Tak ada lagi tamu baru.

Udara di luar jekut.

Anginnya tambah santer.

Dan di hotel

menunggu ranjang yang dingin
 
Serentak dilihat muka majikan café jadi kecut

lantaran malam yang bangkrut

Negro itu menengadah.

Lehernya tegang.

Matanya kering dan merah

menatap ke surga.

Dan surga.

melemparkan sebuah jala

yang menyergap tubuhnya

Bagai ikan hitam

ia menggelepar dalam jala

Jumpalitan

dan sia-sia.

Marah

terhina

dan sia-sia.

Angin bertalu-talu di alun-alun Boston.

Bersuit-suit di menara gereja-gereja.

Sehingga malam koyak moyak.

Si Negro menghentakkan kakinya

Menyanyikan kutuk dan serapah.

Giginya putih berkilatan

meringis dalam dendam.

Bagai batu lumutan

wajahnya kotor, basah dan tua

Maka waktu bagaikan air bah

melanda sukmanya yang lelah.

Sedang di tengah-tengah itu semua

ia rasakan sentakan yang hebat

pada kakinya.

Kaget

hampir-hampir tak percaya

ia merasa

encok yang pertama

menyerang lututnya.

Menuruti adat pertunjukan

dengan kalem ia menahan kaget.

Pelan-pelan duduk di kursi

Seperti guci retak

di toko tukang loak.

Baru setelah menarik napas panjang

ia kembali bernyanyi.
 
 
 
 
 
Nah itu dia sekiranya dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.
 
 
 
Salam
 
GENASUS & ANGIN SAMUDRA
 



 
 

Kamis, 10 Maret 2016

About Lizard

Berikut ini adalah teks berbasis bahasa inggris yang akan membantu anda untuk menemukan teks singkat bahasa inggris sebagai bahan ujian prektek


Lizards are reptiles. Snakes, alligators, and crocodiles are also reptiles. There are more species of lizard than any other reptiles. Like snakes, Lizard have dry, scaly skin. Most Lizards are only a few centimeters long. The biggest lizard is the Komodo dragon. It can be up to 10 feet (3 meters) long.

          Lizards have four legs and a long tail. Some lizards can run fast on their hind legs. Some lizards use their legs for swimming. Some lizards have claws on their toes for climbing trees. The gecko has toes that grap like suction cups. Geckos can climb up walls an walk across ceilings. The glass lizard and the slowworm have very short legs. These lizards look more like snakes that crawl on their belliers.

          Most lizards live in warm places such as deserts and tropics. The tropics are areas near the equator, the imaginary circle that runs around Earth’s middle. Most Lizards cannot live in cold places. Lizards are cold-blooded. They cannot make their own body heat. They must lie in the sun to warm up. The common lizard lives the farthest north of any lizards. It can live near the North Pole. Some lizards burrow into the ground . Some lizards live in trees. Other lizards live in or near water.