MAKALAH PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM
KELAS XII BAHASA
Nama
|
Absen
|
Nita Suryani
|
13
|
Restu Mafaza
|
14
|
Rifki Wahyu Febrian
|
15
|
Rizky Dwi Saputra
|
16
|
Rona Arum Sari
|
17
|
Salsabila Widya C
|
18
|
Tia Fakhira Salma
|
19
|
DAFTAR ISI
Daftar Isi.........................................................................................................................
|
Ii
| |
BAB I : Pendahuluan
| ||
Latar Belakang................................................................................................................
|
1
| |
Tujuan.............................................................................................................................
|
1
| |
Manfaat
.........................................................................................................................
|
1
| |
BAB II : Isi
| ||
1. Wara’
................................................................................................................
|
2
| |
2. Sabar
.................................................................................................................
|
2
| |
Hikmah dan Contoh
Sabar
................................................................................
|
3
| |
3. Tawakal
.............................................................................................................
|
4
| |
4. Amal
Shaleh dan Ikhtiar ....................................................................................
| ||
a. Ikhtiar
.........................................................................................................
|
5
| |
b. Amal
Shaleh ................................................................................................
|
6-7
| |
5. Percaya
Diri
.......................................................................................................
|
8-10
| |
BAB III : Penutup .........................................................................................................
|
11
|
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Kami membuat makalah atau panduan
pembelajaran ini untuk menciptakan satu sarana pembelajaran yang bermutu.
B. TUJUAN
Adapun Tujuan Kami membuat makalah ini :
1. Menyelesaikan
tugas yang diberikan guru
2. Menambah
ilmu
3. Menambah
wawasan dan pengetahuan
C. MANFAAT
1. Menambah
wawasan
2. Dapat
diterapkan di kehidupan sehari-hari dan dapat menjauhi larangan agama yang ada
BAB
II
ISI
A. Wara’
Waro
berasal dari kata waro’a yang berarti dibelakang atau dibalik atau menjauhi.
Artinya berarti suatu sikap seorang mukmin untuk meninggalkan
perbuatan-perbuatan yang meragukan, hal-hal yang tidak jelas, tidak mempunyai
arti dan sesuatu yang berlebihan.
Sabda
Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Huroiroh : “Jadilah orang wara’ tentu
kamu akan menjadi sebaik-baik hamba di antara manusia”
Orang
yang memiliki sifat Wara’ akan berfikir berulang kali meghadapi perkara syubnat
(meragukan), karena perkara syubnat terdapat pada banyak persoalan hidup yang
harus dihadapi.
1. Jalan
Menuju Wara’
Diperlukan ketegasan jiwa bagi orang
yang wara’i , sebab bercampur aduknya hal-hal yang syubhat sangat tidak jelas,
adapun mana yang halal dan mana yang haram pun tidak jelas. Hanya dengan
kemurnian iman tanpa kemunafikan akan menunjukkan satunya kata dan perbuatan.
Agar sifat Wara’ itu tergenggam erat makan diperlukan ilmu pengetahuan tentang
halal dan haram. Untuk mencapai jalan Wara’ makan tinggalkanlah hal-hal yang
tidak bermanfaat seperti sabda Rasulullah SAW : “Tanda kebagusan keislaman
seseorang ialah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi dirinya” (H.R.
Tirmidzi)
2. Orang
yang memiliki sifat Wara’ akan memiliki rasa takut kepada Allah sehingga akan membuahkan
khasanah dan mengikir sayyiah dan mungkarot.
B. Sabar
1. Arti
Kata Sabar
Secara bahasa sabar
berarti sikap teguh, tidak mengeluh ketika ada cobaan. Dalam pandangan Agama
Islam sabar berarti menerima ujian-ujian Allah SWT dengan tujuan memperoleh
ridhonya.
2. Pembagian
sabar
1. Sabar
dalam Ibadah
Dengan tertib menjalankan kewajiban
dalam ibadah.
2. Sabar
dalam menghadapi musibah
Teguh saat menghadapi ujian dari Allah
3. Sabar
terhadap maksiat
Bisa mengendalikan diri agar tidak
terjerumus kedalam hal maksiat
4. Sabar
dalam perjuangan
Menyadari bahwa semua perjuangan tidak
sepenuhnya berhasil seperti rencana kita
3. Hikmah
Sabar
1. Sukses
dunia akhirat
2. Meningkatkan
keimanan dan ketakwaan
3. Mendorong
manusia menjalankan kewajibannya terhadap Allah SWT
4. Dapat
mengendalikan/menghindari dari perbuatan yang dilarang Allah SWT
5. Teguh
dalam menerima cobaan
4. Contoh
sikap sabar
1. Bersabar
dalam hal belajar untuk meraih cita-cita
2. Sabar
ketika diejek teman
3. Tidak
mudah emosi
4. Tidak
tergesa-gesa
5. Menerima
segala sesuatu dengan kepala dingin
6. Tidak
mudah menyalahkan orang lain
7. Selalu
berserah diri kepada Allah SWT
C. Tawakal
Tawakal
berasal dari bahasa arab tawakul yang dibentuk dari kata wakala yang artinya
menyerahkan, mempercayai, mewakilkan. Jadi tawakal artinya rasa pasrah hamba
kepada Allah SWT yang disertai dengan segala daya dan upaya mematuhi, setia,
dan memenuhi segala perintahNya.
1. Orang
yang memiliki sifat tawakal akan senantiasa bersyukur jika mendapatkan suatu
keberhasilan dari usahanya. Hal ini didasari karena keberhasilan itu atas izin
dan kehendap Allah SWT. Sementara itu apabila gagal akan selalu ikhlas dan
tidak larut dalam kesedihan karena segala keputusan Allah pastilah yang
terbaik.
2. Tawakal
dalam kehidupan sehari-hari dapat dicapai dengan motivasi sebagai berikut :
a. Yakin
bahwa Allah penguasa segalanya
b. Tahu
keutamaan dari sikap tawakal
c. Menyadari
bahwa manusi banyak kekurangan(Yang sempurna hanya Allah)
3. Dalam
bertawakal hendaknya kita serahkansemuanya
kepada Allah SWT, hal ini diperintahkan dalam surat Al-Maidah 23 sebagai
berikut
(٢٣:المائدة﴿ مُّؤْمِنِينَ كُنتُم إِن
فَتَوَكَّلُوٓا۟اللّٰـهِوَعَلَى
Artinya
: .... “Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal jika kamu benar-benar
orang yang beriman”
D.
Amal Salih dan Ikhtiar
1. Ikhtiar
Ikhtiar secara bahasa artinya
memilih manakala secara istilah ikhtiar
adalah usaha seorang hamba untuk memperoleh apa yang di
kehendakinya. Orang yang berikhtiar bererti dia memilih suatu pekerjaan
kemudian dia melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh agar dapat berhasil
dan berjaya.
Dan sebagai seorang muslim di wajibkan
untuk senantiasa berikhtiar sekuat tenaga dan kemampuannya. setelah dia
berikhtiar maka dia harus menyerahkan segala usahanya kepada allah swt,
Dalil-Dalil
Tentang Ikhtiar
Berikut ini adalah dalil tentang ikhtiar dalam
alquran
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ
حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ * سورة الرعد
Artinya : …” Sesungguhnya Allah tidak
akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada
diri mereka sendiri …” ( QS. Ar-Ra’du 11 )
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ
فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ
كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ * سورة الجمعة
Artinya : “Apabila telah di tunaikan
shalat, maka bertebarlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan
ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. “( QS. Al-Jumu’ah 10 )
Artinya
: “Sungguh jika sekiranya salah seorang di antara kamu membawa talinya (untuk
mencari kayu bakar) kemudian ia kembali dengan membawa seikat kayu di
punggungnya lalu ia menjualnya sehingga Allah mencukupi keperluannya (dengan
hasil itu) adalah lebih baik daripada ia meminta-minta kepada manusia baik
mereka memberi atau mereka menolak.” ( HR.Bukhari )
Contoh-Contoh Ikhtiar :
Contoh-contoh ihktiar yang kita
temui dalam kehidupan sehari-hari terlalu banyak sekali karena Allah swt
memberi kebebasan untuk manusia berikhtiar dengan syarat tidak melanggar
syariat Allah swt, Contoh ikhtiar seperti belajar dengan tekun agar mendapat
nilai yang baik, seorang ayah bekerja untuk mencukupi keperluan keluarganya,
dan lain sebagainya.
Manfaat Ikhtiar
Seorang muslim yang senantiasa berikhtiar akan
memiliki dampak positif, di antaranya sebagai berikut :
1. Merasakan
kepuasan batin, karena telah berusaha dengan sekuat tenaga dan kemampuanya yang
di miliki.
2. Terhormat
di hadapan Allah dan sesama manusia.
3. Dapat
berhemat karena merasakan susahnya bekerja.
4. Tidak
mudah berputus asa.
5. Menghargai
jerih payahnya dan jerih payah orang lain.
6. Tidak
menggantungkan orang lain dalam hidupnya.
7. Menyelamatkan
akidahnya, karena tidak ( bebas ) bertawakal kepada makhluk.
2. Amal Shaleh
Amal artinya pekerjaan,
perbuatan, kegiatan. Shaleh artinya baik, bagus, positif, membangun. Perbuatan
yang baik adalah amal shaleh, perbuatan membangun amal shaleh. Lawannya fasad,
merusak, membahayakan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, amal diartikan
sebagai perbuatan (baik atau buruk). Secara istilah, amal saleh berarti
perbuatan sungguh- sungguh dalam menjalankan ibadah ataupun menunaikan
kewajiban agama yang dilakukan dalam bentuk berbuat kebaikan terhadap
masyarakat atau sesama manusia.contoh mengumpulkan dana untuk membantu korban
bencana alam, penyandang cacat, orang jompo dan anak yatim piatu. Dalam
al-Qur’an banyak dijumpai perkataan amal dengan berbagai bentuknya yaitu
‘amila, a’mala, ta’malun, ya’malun, ‘amilun, ‘amalus-salihat, dan
‘amalus-syyari’at.
a.
Karakteristik Amal Saleh
Orang yang hidup pada
zaman pra-islam mempunyai anggapan bahwa kekayaan, keturunan, kedudukan, dan
bermacam-macam kelebihan duniawi lainnya menjadi faktor yang akan menentukan
keadaan seseorang.
Agama islam membawa
satu ajaran (dokrin) bahwa keturunan, pangkat, kedudukan yang tinggi, dan
kekayaan yang bayak , semua itu tidak mendatangkan keuntungan, terutama untuk
kehidupan di akhirat kelak. Satu-satunya yang memberikan faedah ialah amal
saleh, yakni perbuatan baik.
Secara umum,
pengelompokan amal itu terbagi dua, yaitu amal saleh (amal yang baik) dan
‘amalus sayyi’ah (amal yang buruk). Amal saleh ialah segala perbuatan kebbijakan
yang mendatangkan manfaat untuk diri sendiri, keluarga, bangsa, dan manusia
seluruhnya, baik berupa perbuatan, ucapan, maupun sikap.bahkan melakukan suatu
perbuatan yang dilarang Alloh, itu pun termasuk amal saleh.
2. Nilai Positif Amal Saleh
Dalam Al-Qur’an, banyak
diuraikan hasil (buah) dari amal saleh, baik didunia maupun diakhirat, yaitu:
a. Rezeki
yang baik (al-Hajj/22:50);
b. Derajat
yang tinggi (Taha/20:75);
c. Keberuntungan
(al-Qasas/28:67);
d. Keadilan
(Yunus/10:4);
e. Keluar
dari kegelapan (at-Talaq/65:11);
f. Rahmat
dan cinta (al-Jasiyah/45:30);
g. Hilang
perasaan takut (Taha/20:112);
h. Pahala
yang cukup (Alli ‘Imran/3:57);
i.
AmpunanIlahi
(Fatir/3:57);
j.
Kehidupan di surga
(al-Mu’minun/23:40).
b.
Membiasakan Amal Saleh
Setiap amal saleh, harus didasari niat yang suci dan ikhlas. Jangan
sampai seorang yang beramal memiliki niat yang salah, ada udang dibalik madu.
Misal, mengharap kedudukan,pujian, atau keuntungan yang lain-lain.
Berusaha atau beramal, pada umumnya tidak
memandang ruang dan waktu serta tidak hanya pada saat yang lapang. Dalam
situasi apa pun, kita tidak menyianyiakan untuk beramal atau berusaha. Walaupun
hasil amal itu belum tampak sekarang, hal itu tidak boleh menjadikan kita malas
beramal.\
c.
Contoh amal saleh adalah sebagai berikut, diantaranya :
1) Selalu
belajar dan bekerja keras dengan niat Lillah ta’ala/ karena Allah.
2) Selalu
melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi larangan-Nya. Seperti, shalat
zakat, dan puasa.
3) Berbakti
kepada orang tua.
4) Melakasanakan
perintah guru.
E. Percaya
Diri
1.
Pengertian Kepercayaan Diri
Percaya
diri adalah sikap
individu yang yakin akan kemampuannya sendiri untuk
bertingkah laku sesuai dengan yang diharapkannya sebagai suatu perasaan yang
yakin pada tindakannya, bertanggung jawab terhadap tindakannya dan tidak
terpengaruh oleh orang lain.
Orang yang memiliki kepercayaan diri mempunyai
ciri-ciri toleransi, tidak memerlukan dukungan orang lain dalam setiap
mengambil keputusan atau mengerjakan tugas, selalu bersikap optimis dan
dinamis, serta memiliki dorongan prestasi yang kuat. Proses Terbentuknya
Kepercayaan Diri Menurut Thursan Hakim rasa percaya diri tidak muncul begitu
saja pada diri seseorang, tetapi ada proses tertentu didalam pribadinya
sehingga terjadilah pembentukan rasa percaya diri itu.
Terbentuknya rasa percaya diri yang kuat
terjadi melalui proses :
a) Terbentuknya kepribadian yang baik sesuai
dengan proses perkembangan yang melahirkan kelebihan kelebihan tertentu
b) Pemahaman seseorang terhadap kelebihan-
kelebihan yang dimilikinya dan melahirkan keyakinan kuat untuk bisa berbuat
segala sesuatu dengan memanfaatkan kelebihan-kelebihannya tersebut.
c) Pemahaman dan reaksi positif seseorang
terhadap kelemahan-kelemahan yang dimilikinya agar tidak menimbulkan rasa
rendah diri atau rasa sulit menyesuaikan diri.
d) Pengalaman didalam menjalani berbagai aspek
kehidupan dengan menggunakan segala kelebihan yang ada pada dirinya
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terbentuknya Kepercayaan Diri
Kepercayaan diri dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat digolongkan
menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal:
a) Faktor Internal Yang termasuk dalam faktor
internal yaitu :
1. Konsep Diri Terbentuknya kepercayaan diri
pada seseorang diawali dengan perkembangan konsep diri yang diperoleh dalam
pergaulan suatu kelompok. Menurut Centi, konsep diri merupakan gagasan tentang
dirinya sendiri. Seseorang yang mempunyai rasa rendah diri biasanya mempunyai
konsep diri negatif, sebaliknya orang yang mempunyai rasa percaya diri akan
memiliki konsep diri positif.
2. Harga Diri Meadow Harga diri yaitu penilaian yang dilakukan
terhadap diri sendiri. Orang yang memiliki harga diri tinggi akan menilai
pribadi secara rasional dan benar bagi dirinya serta mudah mengadakan hubungan
dengan individu lain. Orang yang mempunyai harga diri tinggi cenderung melihat
dirinya sebagai individu yang berhasil percaya bahwa usahanya mudah menerima
orang lain sebagaimana menerima dirinya sendiri. Akan tetapi orang yang
mempuyai harga diri rendah bersifat tergantung, kurang percaya diri dan
biasanya terbentur pada kesulitan sosial serta pesimis dalam pergaulan.
3. Kondisi fisik Perubahan kondisi fisik juga
berpengaruh pada kepercayaan diri. Anthony
mengatakan penampilan fisik merupakan penyebab utama rendahnya harga
diri dan percaya diri seseorang
b) Faktor Eksternal
1) Pendidikan ,mempengaruhi kepercayaan diri
seseorang kekuatannya dengan
2) Bekerja dapat mengembangkan kreatifitas dan
kemandirian serta rasa percaya diri. Lebih lanjut dikemukakan bahwa rasa
percaya diri dapat muncul dengan melakukan pekerjaan, selain materi yang
diperoleh. Kepuasan dan rasa bangga di dapat karena mampu mengembangkan
kemampuan diri.
3) Lingkungan dan Pengalaman hidup, Lingkungan
disini merupakan lingkungan keluarga dan masyarakat. Dukungan yang baik yang
diterima dari lingkungan keluarga seperti anggota kelurga yang saling
berinteraksi dengan baik akan memberi rasa nyaman dan percaya diri yang tinggi.
Begitu juga dengan lingkungan masyarakat semakin bisa memenuhi norma dan
diterima oleh masyarakat.. Sedangkan pembentukan kepercayaan diri juga
bersumber dari pengalaman pribadi yang dialami seseorang dalam perjalanan
hidupnya. Pemenuhan kebutuhan psikologis merupakan pengalaman yang dialami
seseorang selama perjalanan yang buruk pada masa kanak kanak akan menyebabkan
individu kurang percaya diri
4) Kalau melihat ke literatur lainnya, ada
beberapa istilah yang terkait dengan persoalan kepercayaan diri yaitu ada empat
macam, yaitu :
a) Self-concept : bagaimana menyimpulkan diri secara keseluruhan,
bagaimana melihat potret diri secara keseluruhan, bagaimana mengkonsepsikan
diri secara keseluruhan.
b) Self-esteem : sejauh mana punya perasaan
positif terhadap diri, sejauh mana punya sesuatu yang dirasakan bernilai atau berharga, sejauh mana
meyakini adanya sesuatu yang bernilai,bermartabat atau berharga di dalam diri
Anda.
c) Self efficacy : sejauh mana punya keyakinan
atas kapasitas yang miliki untuk bisa menjalankan tugas atau menangani
persoalan dengan hasil yang bagus (to succeed). Ini yang disebut dengan general
self-efficacy. Atau juga, sejauhmana
meyakini kapasitas di bidang
seseorang dalam menangani urusan tertentu. Ini yang disebut dengan specific
self-efficacy.
d) Self-confidence: sejauhmana punya keyakinan
terhadap penilaian atas kemampuan dan sejauh mana bisa merasakan adanya “kepantasan” untuk
berhasil. Self confidence itu adalah kombinasi dari self esteem dan
self-efficacy
e) Sikap-sikap seseorang yang tidak memiliki
kepercayaan diri Ketika ini dikaitkan dengan praktek hidup sehari- hari, orang
yang memiliki kepercayaan rendah atau telah kehilangan kepercayaan.
BAB
III
PENUTUP
Denikian makalah ini kami buat
semoga dapat bermanfaat dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Kami
mengucapkan terima kasih dan juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila
banyak kekurangan terutama kami menyadarinya di penulisannya. Sekian. Terima
Kasih