Sabtu, 12 Desember 2015


 

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

KELAS XII BAHASA

 

 

 



 

 

 

Nama
Absen
Nita Suryani
13
Restu Mafaza
14
Rifki Wahyu Febrian
15
Rizky Dwi Saputra
16
Rona Arum Sari
17
Salsabila Widya C
18
Tia Fakhira Salma
19


 

DAFTAR ISI

 

 
Daftar Isi.........................................................................................................................
Ii
 
BAB I : Pendahuluan
 
 
Latar Belakang................................................................................................................
1
 
Tujuan.............................................................................................................................
1
 
Manfaat .........................................................................................................................
1
 
BAB II : Isi
 
 
1.      Wara’ ................................................................................................................
2
 
2.      Sabar .................................................................................................................
2
 
Hikmah dan Contoh Sabar ................................................................................
3
 
3.      Tawakal .............................................................................................................
4
 
4.      Amal Shaleh dan Ikhtiar ....................................................................................
 
 
a.       Ikhtiar .........................................................................................................
5
 
b.      Amal Shaleh ................................................................................................
6-7
 
5.      Percaya Diri .......................................................................................................
8-10
 
BAB III : Penutup .........................................................................................................
11


 

BAB I

PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Kami membuat makalah atau panduan pembelajaran ini untuk menciptakan satu sarana pembelajaran yang bermutu.

B.     TUJUAN

Adapun Tujuan Kami membuat makalah ini :

1.      Menyelesaikan tugas yang diberikan guru

2.      Menambah ilmu

3.      Menambah wawasan dan pengetahuan

C.     MANFAAT

1.      Menambah wawasan

2.      Dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari dan dapat menjauhi larangan agama yang ada


 

BAB II

ISI

A.    Wara’

Waro berasal dari kata waro’a yang berarti dibelakang atau dibalik atau menjauhi. Artinya berarti suatu sikap seorang mukmin untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang meragukan, hal-hal yang tidak jelas, tidak mempunyai arti dan sesuatu yang berlebihan.

Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Huroiroh : “Jadilah orang wara’ tentu kamu akan menjadi sebaik-baik hamba di antara manusia”

Orang yang memiliki sifat Wara’ akan berfikir berulang kali meghadapi perkara syubnat (meragukan), karena perkara syubnat terdapat pada banyak persoalan hidup yang harus dihadapi.

1.      Jalan Menuju Wara’

Diperlukan ketegasan jiwa bagi orang yang wara’i , sebab bercampur aduknya hal-hal yang syubhat sangat tidak jelas, adapun mana yang halal dan mana yang haram pun tidak jelas. Hanya dengan kemurnian iman tanpa kemunafikan akan menunjukkan satunya kata dan perbuatan. Agar sifat Wara’ itu tergenggam erat makan diperlukan ilmu pengetahuan tentang halal dan haram. Untuk mencapai jalan Wara’ makan tinggalkanlah hal-hal yang tidak bermanfaat seperti sabda Rasulullah SAW : “Tanda kebagusan keislaman seseorang ialah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi dirinya” (H.R. Tirmidzi)

2.      Orang yang memiliki sifat Wara’ akan memiliki rasa takut kepada Allah sehingga akan membuahkan khasanah dan mengikir sayyiah dan mungkarot.

 

B.     Sabar

 

1.      Arti Kata Sabar

Secara bahasa sabar berarti sikap teguh, tidak mengeluh ketika ada cobaan. Dalam pandangan Agama Islam sabar berarti menerima ujian-ujian Allah SWT dengan tujuan memperoleh ridhonya.

2.      Pembagian sabar

1.      Sabar dalam Ibadah

Dengan tertib menjalankan kewajiban dalam ibadah.

2.      Sabar dalam menghadapi musibah

Teguh saat menghadapi ujian dari Allah

3.      Sabar terhadap maksiat

Bisa mengendalikan diri agar tidak terjerumus kedalam hal maksiat

4.      Sabar dalam perjuangan

Menyadari bahwa semua perjuangan tidak sepenuhnya berhasil seperti rencana kita

 

3.      Hikmah Sabar

1.      Sukses dunia akhirat

2.      Meningkatkan keimanan dan ketakwaan

3.      Mendorong manusia menjalankan kewajibannya terhadap Allah SWT

4.      Dapat mengendalikan/menghindari dari perbuatan yang dilarang Allah SWT

5.      Teguh dalam menerima cobaan

4.      Contoh sikap sabar

1.      Bersabar dalam hal belajar untuk meraih cita-cita

2.      Sabar ketika diejek teman

3.      Tidak mudah emosi

4.      Tidak tergesa-gesa

5.      Menerima segala sesuatu dengan kepala dingin

6.      Tidak mudah menyalahkan orang lain

7.      Selalu berserah diri kepada Allah SWT

 

C.     Tawakal

Tawakal berasal dari bahasa arab tawakul yang dibentuk dari kata wakala yang artinya menyerahkan, mempercayai, mewakilkan. Jadi tawakal artinya rasa pasrah hamba kepada Allah SWT yang disertai dengan segala daya dan upaya mematuhi, setia, dan memenuhi segala perintahNya.

1.      Orang yang memiliki sifat tawakal akan senantiasa bersyukur jika mendapatkan suatu keberhasilan dari usahanya. Hal ini didasari karena keberhasilan itu atas izin dan kehendap Allah SWT. Sementara itu apabila gagal akan selalu ikhlas dan tidak larut dalam kesedihan karena segala keputusan Allah pastilah yang terbaik.

2.      Tawakal dalam kehidupan sehari-hari dapat dicapai dengan motivasi sebagai berikut :

a.       Yakin bahwa Allah penguasa segalanya

b.      Tahu keutamaan dari sikap tawakal

c.       Menyadari bahwa manusi banyak kekurangan(Yang sempurna hanya Allah)

 

 

 

 

3.      Dalam bertawakal hendaknya kita serahkansemuanya  kepada Allah SWT, hal ini diperintahkan dalam surat Al-Maidah 23 sebagai berikut

 

(٢٣:المائدة﴿ مُّؤْمِنِينَ كُنتُم إِن فَتَوَكَّلُوٓا۟اللّٰـهِوَعَلَى

Artinya : .... “Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal jika kamu benar-benar orang yang beriman”

 

D.      Amal Salih dan Ikhtiar

 

1.      Ikhtiar

 

Ikhtiar secara bahasa artinya memilih manakala secara istilah ikhtiar adalah usaha seorang hamba untuk memperoleh apa yang di kehendakinya. Orang yang berikhtiar bererti dia memilih suatu pekerjaan kemudian dia melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh agar dapat berhasil dan berjaya.

Dan sebagai seorang muslim di wajibkan untuk senantiasa berikhtiar sekuat tenaga dan kemampuannya. setelah dia berikhtiar maka dia harus menyerahkan segala usahanya kepada allah swt,

 

Dalil-Dalil Tentang Ikhtiar

Berikut ini adalah dalil tentang ikhtiar dalam alquran

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ * سورة الرعد

Artinya : …” Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri …” ( QS. Ar-Ra’du 11 )

 

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ * سورة الجمعة

Artinya : “Apabila telah di tunaikan shalat, maka bertebarlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. “( QS. Al-Jumu’ah 10 )

 Artinya : “Sungguh jika sekiranya salah seorang di antara kamu membawa talinya (untuk mencari kayu bakar) kemudian ia kembali dengan membawa seikat kayu di punggungnya lalu ia menjualnya sehingga Allah mencukupi keperluannya (dengan hasil itu) adalah lebih baik daripada ia meminta-minta kepada manusia baik mereka memberi atau mereka menolak.” ( HR.Bukhari )

 

Contoh-Contoh Ikhtiar :

Contoh-contoh ihktiar yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari terlalu banyak sekali karena Allah swt memberi kebebasan untuk manusia berikhtiar dengan syarat tidak melanggar syariat Allah swt, Contoh ikhtiar seperti belajar dengan tekun agar mendapat nilai yang baik, seorang ayah bekerja untuk mencukupi keperluan keluarganya, dan lain sebagainya.

 Manfaat Ikhtiar

 Seorang muslim yang senantiasa berikhtiar akan memiliki dampak positif, di antaranya sebagai berikut :

 

1.      Merasakan kepuasan batin, karena telah berusaha dengan sekuat tenaga dan kemampuanya yang di miliki.

2.      Terhormat di hadapan Allah dan sesama manusia.

3.      Dapat berhemat karena merasakan susahnya bekerja.

4.      Tidak mudah berputus asa.

5.      Menghargai jerih payahnya dan jerih payah orang lain.

6.      Tidak menggantungkan orang lain dalam hidupnya.

7.      Menyelamatkan akidahnya, karena tidak ( bebas ) bertawakal kepada makhluk.

 

2.      Amal Shaleh

 

Amal artinya pekerjaan, perbuatan, kegiatan. Shaleh artinya baik, bagus, positif, membangun. Perbuatan yang baik adalah amal shaleh, perbuatan membangun amal shaleh. Lawannya fasad, merusak, membahayakan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, amal diartikan sebagai perbuatan (baik atau buruk). Secara istilah, amal saleh berarti perbuatan sungguh- sungguh dalam menjalankan ibadah ataupun menunaikan kewajiban agama yang dilakukan dalam bentuk berbuat kebaikan terhadap masyarakat atau sesama manusia.contoh mengumpulkan dana untuk membantu korban bencana alam, penyandang cacat, orang jompo dan anak yatim piatu. Dalam al-Qur’an banyak dijumpai perkataan amal dengan berbagai bentuknya yaitu ‘amila, a’mala, ta’malun, ya’malun, ‘amilun, ‘amalus-salihat, dan ‘amalus-syyari’at.

 

a.        Karakteristik Amal Saleh

Orang yang hidup pada zaman pra-islam mempunyai anggapan bahwa kekayaan, keturunan, kedudukan, dan bermacam-macam kelebihan duniawi lainnya menjadi faktor yang akan menentukan keadaan seseorang.

Agama islam membawa satu ajaran (dokrin) bahwa keturunan, pangkat, kedudukan yang tinggi, dan kekayaan yang bayak , semua itu tidak mendatangkan keuntungan, terutama untuk kehidupan di akhirat kelak. Satu-satunya yang memberikan faedah ialah amal saleh, yakni perbuatan baik.

 

Secara umum, pengelompokan amal itu terbagi dua, yaitu amal saleh (amal yang baik) dan ‘amalus sayyi’ah (amal yang buruk). Amal saleh ialah segala perbuatan kebbijakan yang mendatangkan manfaat untuk diri sendiri, keluarga, bangsa, dan manusia seluruhnya, baik berupa perbuatan, ucapan, maupun sikap.bahkan melakukan suatu perbuatan yang dilarang Alloh, itu pun termasuk amal saleh.

2.       Nilai Positif Amal Saleh

Dalam Al-Qur’an, banyak diuraikan hasil (buah) dari amal saleh, baik didunia maupun diakhirat, yaitu:

a.       Rezeki yang baik (al-Hajj/22:50);

b.      Derajat yang tinggi (Taha/20:75);

c.       Keberuntungan (al-Qasas/28:67);

d.      Keadilan (Yunus/10:4);

e.       Keluar dari kegelapan (at-Talaq/65:11);

f.       Rahmat dan cinta (al-Jasiyah/45:30);

g.      Hilang perasaan takut (Taha/20:112);

h.      Pahala yang cukup (Alli ‘Imran/3:57);

i.        AmpunanIlahi (Fatir/3:57);

j.        Kehidupan di surga (al-Mu’minun/23:40).

 

b.      Membiasakan Amal Saleh

 

  Setiap amal saleh, harus didasari niat yang suci dan ikhlas. Jangan sampai seorang yang beramal memiliki niat yang salah, ada udang dibalik madu. Misal, mengharap kedudukan,pujian, atau keuntungan yang lain-lain.

  Berusaha atau beramal, pada umumnya tidak memandang ruang dan waktu serta tidak hanya pada saat yang lapang. Dalam situasi apa pun, kita tidak menyianyiakan untuk beramal atau berusaha. Walaupun hasil amal itu belum tampak sekarang, hal itu tidak boleh menjadikan kita malas beramal.\

 

c.   Contoh amal saleh adalah sebagai berikut, diantaranya :

1)      Selalu belajar dan bekerja keras dengan niat Lillah ta’ala/ karena Allah.

2)      Selalu melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi larangan-Nya. Seperti, shalat zakat, dan puasa.

3)      Berbakti kepada orang tua.

4)      Melakasanakan perintah guru.


 

E.     Percaya Diri

 

1.              Pengertian Kepercayaan Diri

Percaya diri adalah sikap individu yang yakin akan kemampuannya sendiri untuk bertingkah laku sesuai dengan yang diharapkannya sebagai suatu perasaan yang yakin pada tindakannya, bertanggung jawab terhadap tindakannya dan tidak terpengaruh oleh orang lain.

Orang yang memiliki kepercayaan diri mempunyai ciri-ciri toleransi, tidak memerlukan dukungan orang lain dalam setiap mengambil keputusan atau mengerjakan tugas, selalu bersikap optimis dan dinamis, serta memiliki dorongan prestasi yang kuat. Proses Terbentuknya Kepercayaan Diri Menurut Thursan Hakim rasa percaya diri tidak muncul begitu saja pada diri seseorang, tetapi ada proses tertentu didalam pribadinya sehingga terjadilah pembentukan rasa percaya diri itu.

Terbentuknya rasa percaya diri yang kuat terjadi melalui proses :

a)      Terbentuknya kepribadian yang baik sesuai dengan proses perkembangan yang melahirkan kelebihan kelebihan tertentu

b)      Pemahaman seseorang terhadap kelebihan- kelebihan yang dimilikinya dan melahirkan keyakinan kuat untuk bisa berbuat segala sesuatu dengan memanfaatkan kelebihan-kelebihannya tersebut.

c)      Pemahaman dan reaksi positif seseorang terhadap kelemahan-kelemahan yang dimilikinya agar tidak menimbulkan rasa rendah diri atau rasa sulit menyesuaikan diri.

d)     Pengalaman didalam menjalani berbagai aspek kehidupan dengan menggunakan segala kelebihan yang ada pada dirinya

          Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terbentuknya Kepercayaan Diri Kepercayaan diri dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat digolongkan menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal:

a) Faktor Internal Yang termasuk dalam faktor internal yaitu :

1. Konsep Diri Terbentuknya kepercayaan diri pada seseorang diawali dengan perkembangan konsep diri yang diperoleh dalam pergaulan suatu kelompok. Menurut Centi, konsep diri merupakan gagasan tentang dirinya sendiri. Seseorang yang mempunyai rasa rendah diri biasanya mempunyai konsep diri negatif, sebaliknya orang yang mempunyai rasa percaya diri akan memiliki konsep diri positif.

2. Harga Diri Meadow  Harga diri yaitu penilaian yang dilakukan terhadap diri sendiri. Orang yang memiliki harga diri tinggi akan menilai pribadi secara rasional dan benar bagi dirinya serta mudah mengadakan hubungan dengan individu lain. Orang yang mempunyai harga diri tinggi cenderung melihat dirinya sebagai individu yang berhasil percaya bahwa usahanya mudah menerima orang lain sebagaimana menerima dirinya sendiri. Akan tetapi orang yang mempuyai harga diri rendah bersifat tergantung, kurang percaya diri dan biasanya terbentur pada kesulitan sosial serta pesimis dalam pergaulan.

3. Kondisi fisik Perubahan kondisi fisik juga berpengaruh pada kepercayaan diri. Anthony  mengatakan penampilan fisik merupakan penyebab utama rendahnya harga diri dan percaya diri seseorang

 

b) Faktor Eksternal

1)      Pendidikan ,mempengaruhi kepercayaan diri seseorang kekuatannya dengan

2)      Bekerja dapat mengembangkan kreatifitas dan kemandirian serta rasa percaya diri. Lebih lanjut dikemukakan bahwa rasa percaya diri dapat muncul dengan melakukan pekerjaan, selain materi yang diperoleh. Kepuasan dan rasa bangga di dapat karena mampu mengembangkan kemampuan diri.

3)      Lingkungan dan Pengalaman hidup, Lingkungan disini merupakan lingkungan keluarga dan masyarakat. Dukungan yang baik yang diterima dari lingkungan keluarga seperti anggota kelurga yang saling berinteraksi dengan baik akan memberi rasa nyaman dan percaya diri yang tinggi. Begitu juga dengan lingkungan masyarakat semakin bisa memenuhi norma dan diterima oleh masyarakat.. Sedangkan pembentukan kepercayaan diri juga bersumber dari pengalaman pribadi yang dialami seseorang dalam perjalanan hidupnya. Pemenuhan kebutuhan psikologis merupakan pengalaman yang dialami seseorang selama perjalanan yang buruk pada masa kanak kanak akan menyebabkan individu kurang percaya diri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4)      Kalau melihat ke literatur lainnya, ada beberapa istilah yang terkait dengan persoalan kepercayaan diri yaitu ada empat macam, yaitu :

a)    Self-concept : bagaimana  menyimpulkan diri secara keseluruhan, bagaimana melihat potret diri secara keseluruhan, bagaimana mengkonsepsikan diri secara keseluruhan.

b)   Self-esteem : sejauh mana punya perasaan positif terhadap diri, sejauh mana punya sesuatu yang  dirasakan bernilai atau berharga, sejauh mana meyakini adanya sesuatu yang bernilai,bermartabat atau berharga di dalam diri Anda.

c)    Self efficacy : sejauh mana punya keyakinan atas kapasitas yang miliki untuk bisa menjalankan tugas atau menangani persoalan dengan hasil yang bagus (to succeed). Ini yang disebut dengan general self-efficacy. Atau juga, sejauhmana  meyakini kapasitas  di bidang seseorang dalam menangani urusan tertentu. Ini yang disebut dengan specific self-efficacy.

d)   Self-confidence: sejauhmana punya keyakinan terhadap penilaian atas kemampuan dan sejauh mana  bisa merasakan adanya “kepantasan” untuk berhasil. Self confidence itu adalah kombinasi dari self esteem dan self-efficacy

e)    Sikap-sikap seseorang yang tidak memiliki kepercayaan diri Ketika ini dikaitkan dengan praktek hidup sehari- hari, orang yang memiliki kepercayaan rendah atau telah kehilangan kepercayaan.

 


 

BAB III

PENUTUP

 

            Denikian makalah ini kami buat semoga dapat bermanfaat dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Kami mengucapkan terima kasih dan juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila banyak kekurangan terutama kami menyadarinya di penulisannya. Sekian. Terima Kasih